Resensi buku "Dewi 1001"

 Buku “Dewi 1001”

Judul buku: Dewi 1001
Penulis: Iim Kamilah
ISBN: 978-623-6380-30-7
Tebal:188 Halaman
Tahun Terbit: 2021
Penerbit: Ebiz Bone Sulawesi Selatan
Diresensi oleh: Ari Susanah

Melihat sekilas pada sampul novel yang berwarna hijau ini, sudah dapat ditebak bahwa tokoh dalam kisah novel ini adalah seorang wanita. Dan jika belum membaca secara keseluruhan, tokoh Gayatri dalam novel ini adalah seorang wanita dengan kebahagiaan yang sempurna dalam rumah tangganya. Namun kehidupan rumah tangga Gayatri ini sungguh pelik dengan hadirnya orang ke tiga di antara pernikahan Gayatri dan Bagaskara. Padahal dari pernikahannya, mereka berdua telah dikaruniai 2 orang putra dan 1 orang putri. Bagasakara tidak pernah menghargai pengorbanan dan pengabdian Gayatri sebagai seorang istri. Karena ia telah tergoda oleh seorang wanita bernama Marina. Wanita tersebut tak lain adalah teman kerjanya. Marina merupakan wanita karir yang matang dan mapan. Bagaskara akhirnya menjatuhkan pilihan untuk bercerai dari Gayatri dan menikahi marina secara resmi. Setelah 11 tahun Bagaskara dan Marina menjalani hubungan sembunyi-sembunyi dengan menikah siri. 

Dari kenyataan pahit yang dilalui Gayatri ada banyak hikmah tersembunyi. Begitu banyak orang yang menyayangi dan mensupportnya. Gayatri sendiri pun banyak dikaruniai keberuntungan, dengan diangkatnya menjadi seorang PNS, kemudian juga mempunyai bisnis sampingan. Dengan demikian ketika akhirnya Gayatri dan Bagaskara harus bercerai hak asuh perwalian anak-anak mereka jatuh ke tangan Gayatri. Ketiga anaknya pun mampu melanjutkan pendidikan tinggi bersama perjuangan Gayatri menjadi single parent. 

Teringat beberapa waktu lalu KDRT sempat menjadi tranding topik karena menimpa seorang selebritis. Kisah Toxic Relationship dalam kehidupan berumah tangga memang banyak sekali terjadi.

 Buku ini terdiri dari 12 Chapter atau bagian yang mengkisahkan kehidupan sang tokoh dari awal pernikahan sampai dengan berakhirnya biduk rumah tangga si tokoh dan suaminya. Hingga perceraian terjadi, pembaca masih dibikin terpana dengan ending yang indah. 

Pada novel karya Iim Kamilah ini. Penulis mampu mengaduk perasaan pembacanya. Bahasanya pun syarat diksi nan indah, dan banyak mengutip ayat Alquran dan hadis. Dan ternyata kis ah ini terinspirasi dari kisah nyata, dari salah satu Sahabat penulis novel itu sendiri. Intrik yang disuguhkan sangat memberikan isyarat bahwa penulis benar-benar peka dengan keadaan sahabatnya. Terlihat bahwa penulis mempunyai kepribadian luhur, mau menjadi pendengar yang baik dan juga peduli terhadap orang lain.

Kelemahan dari buku ini adalah tulisan yang terlalu kecil, dan tidak adanya editor di dalamnya.

 

Tambun Selatan Bekasi, 9 Desember 2022

 



Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Ari Susanah. Saya tinggal di Kabupaten Bekasi Tambun Selatan desa Sumberjaya. Saya menikah, punya 4 orang anak. Profesi saya adalah guru. Saya telah menerbitk…

4 komentar

  1. Layout buku sangat mempengaruhi keterbacaan buku. Eman sekali kalau isinya bagus, tetapi layout buku kurang mendukung.
  2. novel yang bagus dan keren
  3. Mantab Resensinya bu. Lanjut
  4. Dari resensinya sudah kebayang bagus bukunya bu
© Ari Susanah Blog. All rights reserved. Developed by Jago Desain