KBMN PGRI Pertemuan ke 3: Gali Potensi Ukir Prestasi


 Pada malam hari ini kelas belajar menulis telah mencapai hari ketiga. Anda banyak ilmu yang sudah didapat Namun ternyata perjalanan masih sangat panjang. Bagi saya yang pernah menerbitkan buku dan telah mempunyai buku Solo dengan belajar secara otodidak, belajar dengan diberikannya tantangan semacam ini menjadi sangat berkesan. Saya tertantang sekaligus terkesan. Saya harus mengosongkan gelas dalam pikiran saya untuk menerima banyak ilmu. 

Seperti pada malam hari ini sungguh spesial karena kita bertemu dengan narasumber yang luar biasa. Belinya masih sangat muda saya pun kagum dan iri dibuatnya. Narasumber kita kali ini adalah ibu Aam Nurhasanah S.Pd. meskipun masih sangat muda namun beliau telah meraih banyak prestasi. 

Setelah acara dibuka oleh moderator cantik kita yaitu ibu Arofiah Afifi, S.Pd. benar saja beliau membacakan profil narasumber yang sangat keren. 
Awalnya dia sama seperti kita, namun bisa menjadi orang hebat karena bergabung dengan kelas belajar menulis Nusantara PGRI dan mengamalkan semua ilmu yang beliau dapatkan dari pelatihan ini. Sehingga bisa menjadi orang hebat seperti sekarang. 
Narasumber kita akrab disapa dengan Mpok Aam. Beliau menyapa seluruh peserta dengan salam. Beliau adalah seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMPN Satu Atap 4 Cipanas, kabupaten Lebak provinsi Banten. 

Tak lupa beliau sampaikan ucapan terima kasih kepada omze selaku founder KBMN. 
Di awal materi Mpok Aa mengatakan bahwa untuk bisa mengukir prestasi hal pertama yang kita lakukan adalah kita bisa mulai dengan apa yang kita sukai. Karena setiap manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi. 
Seperti yang dilakukan Mpok ambyong suka menulis maka tekuni dunia tulis. Dan mulailah menulis dari apa yang kita sukai, apa yang kita alami, atau apa yang kita kuasai. Misalnya menulis puisi pantun cerpen novel atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi semua orang di sekitar kita. 

Namun untuk penulis pemula, memang banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisannya tidak bagus, takut dibully, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan. Sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draft dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. 

Begitu juga yang dirasakan beliau sebagai narasumber saat pertama kali bergabung di dalam kelas KBMN ini. Namun beliau tidak pernah menyerah dan selalu mencoba memupuk kembali rasa semangat dalam diri hingga memutuskan untuk mengulang kelas dan lulus di gelombang 12.

Beliau berkata ketika menjadi peserta semangat berkobar saat menerima materi dari Bunda Kanjeng (ibu Sri Sugiastuti) hingga berbuah buku antologi dengan judul "Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng". Bahagia yang tak terkira rasanya saat Mpok Aam berada di urutan pertama dari 42 penulis se-Indonesia.

Bagi Mpok Aam, buku adalah mahkota seorang penulis. Oleh karena itu setelah lulus dari kbmn angkatan 12 buku soal kelompok kemudian lahir. Semuanya dimulai dari mimpi akhirnya buku pertamanya bisa terbit dan keliling Indonesia karena banyak peserta yang memesan buku itu untuk dijadikan panduan membuat hasil resume. 

Untuk mengasah keterampilan menulis beliau mengikuti tantangan Menulis satu minggu bersama Profesor Eko Indrajit. Dan alhamdulillah naskahnya lolos seleksi penerbit mayor dan bisa mejeng di Gramedia. Ada juga bentuk e-books nya.

Tidak hanya itu, Beliau juga mengikuti lomba blog. Awalnya beliau cuma masuk 10 besar saja dan mendapatkan hadiah webcam. Namun beliau tidak patah semangat, jadi kembali mengikuti lomba blok PGRI dan akhirnya meraih juara 1 pada bulan Maret 2021. 

Lanjut dengan buku Solo yang ketiga akhirnya lahir dan berkisah tentang bagaimana penulis penulisan menulis selama 28 hari tanpa jeda yang isinya berharap bisa memberikan inspirasi melalui tulisan. 

Dengan begitu semangat paham setelah usai mengikuti KBMN angkatan 12 beliau mendapatkan tawaran dari Bunda Kanjeng menjadi kurator atau penanggung jawab buku. Hampir setiap angkatan kbmn melahirkan buku antologi bersama Bunda Kanjeng di mana Mpok Aam menjadi kuratornya.

Setelah menjadi kurator, beliau menerima satu naskah novel dari Juminah. Seorang murid yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi yang merelakan masa remajanya menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Novel ini dikirim melalui wa dan butuh proses membukukan naskah hingga menjadi novel kisah cinta yang menarik dan siap dibaca.

Novel ini merupakan hasil karya murid beliau. Di mana muridnya ini lebih dulu membuat novel daripada gurunya. Namun beliau telah berhasil menjadi editor novel yang mempunyai tebal 300 halaman. Tak hanya sampai di sana pengalaman terus berlanjut kembali dengan diberi tantangan menjadi editor oleh Bunda Kanjeng. Hingga akhirnya Mpok Aam bisa membantu para alumni KBMN untuk melahirkan buku pertamanya. 

Awal tahun 2022 lahirlah buku Solo ke-4 Mpok Aam yang berjudul Rajin Menulis Berbuah Manis. 

Demikianlah paparan yang sungguh memotivasi dan menginspirasi dari narasumber hebat pada malam hari ini. Wednesday sungguh sangat bermanfaat bagi saya yang ingin terus belajar dan belajar. 

Tambun Selatan, 13 Januari 2023 



Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Ari Susanah. Saya tinggal di Kabupaten Bekasi Tambun Selatan desa Sumberjaya. Saya menikah, punya 4 orang anak. Profesi saya adalah guru. Saya telah menerbitk…

Posting Komentar

© Ari Susanah Blog. All rights reserved. Developed by Jago Desain